BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Emerging Indonesia Project - ECPv6.15.20//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-ORIGINAL-URL:https://emergingindonesia.com
X-WR-CALDESC:Events for Emerging Indonesia Project
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Krasnoyarsk
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:+07
DTSTART:20190101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Krasnoyarsk:20200729T210000
DTEND;TZID=Asia/Krasnoyarsk:20200729T220000
DTSTAMP:20260427T170535
CREATED:20200428T141028Z
LAST-MODIFIED:20200625T135951Z
UID:1099-1596056400-1596060000@emergingindonesia.com
SUMMARY:Survival atau Catching-Up? Menerka Strategi Raya Indonesia Pasca Korona
DESCRIPTION:Meski menyisakan sejumlah kasus baru\, cepat atau lambat Pandemi Korona pasti kita lewati. Persoalannya\, siapkah kita dengan situasi baru yang akan kita hadapi? Berakhirnya Pandemi Korona tidak saja menghadirkan “kenormalan’ baru kepada kita\, tetapi juga menyisakan banyak persoalan yang menggelayutinya. Melambatnya perekonomian\, ancaman pengangguran dan meningkatnya kriminalitas hanyalah beberapa persoalannya. \nSecara umum\, perlu ada strategi raya untuk mengungkit kembali kemampuan-kemampuan yang sempat tertahan\, kapasitas-kapasitas yang belum sepenuhnya terisi dan bakat-bakat terbaik yang belum terungkapkan. Bukan pekerjaan mudah tentunya. Karenanya perlu rencana\, skema dan strategi yang jelas dan tepat dalam kaitannya. Pertanyaannya\, sejauh mana kesiapan Indonesia dalam kaitannya? Seperti apa gambaran strategi besar Indonesia dalam menghadapi situasi pasca Korona? \nGambar: Sun Tzu for Corona World by Buenos Aeros Times
URL:https://emergingindonesia.com/event/strategi-raya-pasca-korona/
LOCATION:Aula Indonesia Udaya\, ZOOM ID 978 5327 6306 Free but limited seat. Silakan RSVP untuk mengamankan tempat dan password. Klik tautan website pada keterangan venue terlampir untuk RSVP.
CATEGORIES:EIP Forum
ORGANIZER;CN="Emerging Indonesia Project":MAILTO:project@emergingindonesia.com
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Krasnoyarsk:20200701T210000
DTEND;TZID=Asia/Krasnoyarsk:20200701T220000
DTSTAMP:20260427T170535
CREATED:20200625T135726Z
LAST-MODIFIED:20200629T235929Z
UID:1884-1593637200-1593640800@emergingindonesia.com
SUMMARY:Identity Rising atau Hegemonic Decline? George Floyd\, Krisis Amerika Serikat dan Pelajaran Besarnya
DESCRIPTION:  \nAkhir Mei dan awal Juni ini\, kita menyaksikan fenomena yang tidak biasa: sebuah negara maju muncul dalam tajuk utama media internasional terkemuka dengan fenomena yang mengingatkan kita pada situasi khas negara dunia ketiga. Amerika Serikat yang selama ini mempromosikan diri sebagai teladan pelembagaan demokrasi\, persamaan hukum dan ketertiban sosial tiba-tiba tampil dalam ilustrasi beda. Aksi massa yang menjalar ke kota-kota\, amuk sosial\, kerusuhan dan penjarahan yang menyeruak di beberapa titiknya\, dan bahkan korban jiwa yang tak terhindarkan\, yang biasanya menjadi pemandangan khas berita CNN terkait gejolak politik di dunia ketiga\, hari ini justru terjadi di Amerika Serikat. \n  \nSebelumnya banyak orang percaya bahwa demokrasi Amerika Serikat yang terlembaga akan memastikan aspirasi masyarakat tersalur baik sehingga sumbatan sosial tidak berpeluang memampat dan meledak menjadi rusuh sosial. Begitu juga dengan tradisi kedaulatan dan persamaan hukum yang kuat\, akan membuat isu diskriminasi rasial tidak memiliki dasar moral untuk mengejawantah secara praktik. Apalagi dengan pengalaman pahitnya terlibat perang sipil berdarah dan menghadapi gejolak emansipasi hak-hak kulit hitam di separuh abad yang lalu\, orang percaya Amerika Serikat pasti telah belajar banyak soal itu. Pendek kata\, kita diyakinkan bahwa Amerika Serikat adalah negara maju terkait tiga hal itu. Tetapi\, dalam rusuh sosial yang dipicu kematian George Floyd ini\, Amerika Serikat seolah kehilangan kualitasnya sebagai negara maju. \n  \nMenariknya\, respon Presiden Trump dalam menghadapi gejolak sosial ini\, tidak juga mengonfirmasi kepemimpinan moral Amerika Serikat yang dipromosikan selama ini. Amerika Serikat yang selama ini gemar mengkritik penggunaan militer dalam menangani unjuk rasa di dunia ketiga\, melalui unggahan Twitter presidennya\, tidak sungkan-sungkan mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk menghentikan para pengunjuk rasa. Di tambah carut marutnya dalam menangani pandemi COVID-19\, fenomena ‘negara maju rasa dunia ketiga’ ini semakin terasa. Selama ini\, Amerika Serikat lebih dulu dikenal sebagai satu-satunya negara maju yang tidak memiliki sistem jaminan kesehatan universal. Ini menjadikannya tidak jauh berbeda dengan kebanyakan negara dunia ketiga. Ketidaksigapannya dalam mengantisipasi dan mengatasi pandemi kali ini kian mengonfirmasi keterbelakangannya terkait ini. \n  \nIni semakin menambah daftar panjang kemunduran Amerika Serikat dalam kepemimpinan moral dan soft-power diplomacy selama ini. Sebelum ini\, dunia telah mencatat kemunduran posisi moral dan kepemimpinan Amerika Serikat dalam beberapa front. Mula-mula dari kepemimpinan dalam UNESCO dan UNCLOS pertengahan 1980an\, berlanjut pada resistensinya terhadap upaya pembentukan Mahkamah Pidana Internasional awal tahun 2000\, dan semakin menjadi melalui penarikan dirinya dari Perjanjian Paris terkait Perubahan Iklim pertengahan tahun 2017 lalu. Tidak hanya itu\, alih-alih mengambil tongkat kepemimpinan dalam upaya global mengatasi pandemi\, Amerika Serikat justru terlibat dalam perseteruan yang tidak solutif dengan Tiongkok dan juga WHO. Keengganannya untuk memimpin upaya global penanggulangan pandemi ini mengonfirmasi kemunduran kontemporernya dalam kepemimpinan global selama ini. \n  \nAda apa sesungguhnya dengan Amerika Serikat hari ini? Mengapa sebuah nasion yang dikenal sivic dan kampiun demokrasi tidak mampu menghindarkan diri dari kerusuhan rasial elementer seperti kasus George Floyd tempo hari? Kemana perginya segala kepemimpinan moral dan soft power Amerika Serikat terkait ini? Apakah ini pertanda bahwa politik identitas tengah bangkit dan mengetengahkan gelombang balik di sana? Ataukah pertanda bahwa kemerosotan hegemonik Amerika Serikat telah sedemikian akutnya? Pelajaran penting apa yang dapat kita petik dalam hal ini? \n  \n \n\nNarasumber\n\n  Daniel Dhakidae\, PhD\, Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Jurnal Prisma; Peneliti Senior LP3ES\, Jakarta  \n  \n\n  Suzie Sudarman\, Direktur Emerican Studies Centre\, Universitas Indonesia  \n \n\nRegistrasi & Partisipasi\n\nSilakan registrasi zoom di sini untuk menjadi partisipan langsung diskusi. Ada 100 kursi tersedia di sana. Pilihan lainnya\, anda dapat mengikuti live stream-nya di tautan youtube kami. \n  \nImage: https://m.washingtontimes.com/news/2020/may/29/michael-moore-hails-good-citizens-burning-down-the/
URL:https://emergingindonesia.com/event/krisis_amerika_serikat/
LOCATION:Aula Indonesia Udaya\, ZOOM ID 978 5327 6306 Free but limited seat. Silakan RSVP untuk mengamankan tempat dan password. Klik tautan website pada keterangan venue terlampir untuk RSVP.
CATEGORIES:EIP Events,EIP Forum
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://emergingindonesia.com/wp-content/uploads/2020/06/Kerusuhan-Amerika-Serikat.jpg
ORGANIZER;CN="Emerging Indonesia Project":MAILTO:project@emergingindonesia.com
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Krasnoyarsk:20200617T210000
DTEND;TZID=Asia/Krasnoyarsk:20200617T220000
DTSTAMP:20260427T170535
CREATED:20200608T224446Z
LAST-MODIFIED:20200625T151539Z
UID:1816-1592427600-1592431200@emergingindonesia.com
SUMMARY:Pasang Komunis atau Pasang Kapitalis? Kebangkitan Tiongkok dan Hakikat Ancaman Ideologisnya
DESCRIPTION:  \nMeski ideologi komunisme telah lama dilarang di Indonesia\, kekhawatiran terkait  bahaya komunisme secara kontinyu masih menjadi isu yang kerap muncul dalam berbagai kesempatan. Yang terbaru mengemuka di sekitar peringatan Hari Pancasila beberapa hari lalu\, dan semakin menguat terkait pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila hari-hari ini. Namun\, secara politik isu komunisme tidak pernah hilang. Ada banyak momen di mana isu komunisme ini tiba-tiba mencuat\, kendati beberapa argumen pokoknya acapkali berulang. \n  \nAkan tetapi\, ada yang baru dalam beberapa argumentasi kontemporer terkait itu. Tidak cukup berkutat sebatas alasan-alasan klasik yang menemukan kontekstualitas separuh abad lalu\, kekhawatiran terhadap bahaya laten komunisme kali ini mengetengah dalam kontekstualitas dinamika geopolitik dan geostratejik baru. Dinamika yang dimaksud itu adalah kebangkitan Tiongkok sebagai kekuatan pasang adidaya dewasa ini. Kebangkitan Tiongkok diyakini menyediakan dasar bagi bangkitnya ancaman komunisme baru. \n  \nPersoalannya\, benarkah itu? Sejauhmana kebangkitan Tiongkok menyediakan dasar bagi bangkitnya ideologi komunisme baru? Apakah kebangkitan Tiongkok dapat serta-merta dimaknai sebagai bangkitnya ancaman komunisme baru? Bagaimana kemudian menjelaskan pragmatisme\, nasionalisme dan perkembangan kapitalisme yang berperan besar di balik kebangkitan Tiongkok selama ini? Bagaimana sesungguhnya hakikat ancaman ideologis yang mungkin muncul dalam kaitannya? Langkah-langkah stratejik apa yang perlu kita persiapkan ke depannya? \n  \n \nNarasumber\n\n  Andi Widjajanto\, Ahli Geopolitik dan Pertahanan. \n \nRegistrasi & Partisipasi\n\nSilakan registrasi zoom di sini untuk menjadi partisipan langsung diskusi. Ada 100 kursi tersedia di sana. Pilihan lainnya\, anda dapat mengikuti live stream-nya di tautan youtube kami.
URL:https://emergingindonesia.com/event/china-komunis-atau-china-kapitalis/
LOCATION:Aula Indonesia Udaya\, ZOOM ID 978 5327 6306 Free but limited seat. Silakan RSVP untuk mengamankan tempat dan password. Klik tautan website pada keterangan venue terlampir untuk RSVP.
CATEGORIES:EIP Forum
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://emergingindonesia.com/wp-content/uploads/2020/06/China-Communist-or-China-Capitalist.jpg
ORGANIZER;CN="Emerging Indonesia Project":MAILTO:project@emergingindonesia.com
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Krasnoyarsk:20200603T210000
DTEND;TZID=Asia/Krasnoyarsk:20200603T220000
DTSTAMP:20260427T170535
CREATED:20200429T102542Z
LAST-MODIFIED:20200625T151700Z
UID:1181-1591218000-1591221600@emergingindonesia.com
SUMMARY:Prolog atau Monolog? COVID-19\, Rivalitas Baru AS-Tiongkok dan Konsekuensi Geopolitiknya
DESCRIPTION:Di tengah terik pertarungan negara-negara melawan pandemi COVID-19\, rivalitas Tiongkok dan Amerika Serikat/AS kembali memanas. Sebelumnya\, rivalitas kedua negara telah memanas melalui sejumlah konflik dagang. Tahun ini\, rivalitas itu kembali memanas terkait Pandemi Korona. Perang komentar terbuka dan melibatkan pimpinan teras kedua negara tak terhindarkan lagi. Presiden Donald Trump bahkan secara agresif mengusung isu inkompetensi Tiongkok dan menuduhnya sebagai penyebab utama ‘pembunuhan massal’ penduduk dunia. Sebuah serangan yang menusuk langsung upaya Tiongkok yang tengah mempromosikan diri sebagai model\, inspirasi atau rujukan negara-negara dalam penanggulangan pandemi. \n  \nSaking panasnya persaingan kedua negara\, the Spectator menggambarkan adu-klaim itu sebagai Corona Wars atau ‘perang dingin’ Korona. Adu klaim mengenai isu kompetensi ini membukakan kemungkinan persaingan sengit di wilayah etalase sistemik. Selain menyeret keduanya dalam adu-jidat terbuka\, adu klaim itu juga membukakan perdebatan tentang efektivitas sistem politik mereka.  Silang argumentasi dan perang wacana kedua negara adidaya dalam isu kompetensi ini mengingatkan sebagian orang pada perebutan klaim-klaim keberhasilan sistemik dalam perang dingin Amerika Serikat-Uni Soviet sebelumnya. \n  \nApakah rivalitas baru yang memanas terkait COVID-19 ini merupakan prolog bagi perang dingin Amerika Serikat dan Tiongkok yang lebih terbuka? Ataukah ia sekedar monolog kedua negara dalam mengalihkan perhatian dalam negeri dari kesulitan-kesulitan situasi pandemi? Kemana gerangan arah rivalitas baru Tiongkok-AS nantinya? Sejauhmana situasi sulit pandemi turut mengakselerasi persaingan-persaingan sengit antar kedua negara ke depannya? Konsekuensi-konsekuensi geopolitik apa yang kemungkinan bakal mengemuka? Langkah-langkah antisipasi apa saja yang perlu kita persiapkan dalam kaitannya? \n  \nPembicara\n\n  Dr. Dino Patti Djalal\, Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat 2010-2013\, Founder Foreign Policy Community of Indonesia/FPCI.  \n  \n  Rene L. Pattiradjawane\, Jurnalis Senior Kompas\, Ketua Yayasan Pusat Studi China.  \nRegistrasi & Partisipasi\n\nSilakan registrasi zoom di sini untuk menjadi partisipan langsung diskusi. Ada 100 kursi tersedia di sana. Pilihan lainnya\, anda dapat mengikuti live stream-nya di tautan youtube kami. \n  \n*Gambar Corona Wars oleh the Spectator
URL:https://emergingindonesia.com/event/amerika-serikat-tiongkok-dan-korona/
LOCATION:Aula Indonesia Udaya\, ZOOM ID 978 5327 6306 Free but limited seat. Silakan RSVP untuk mengamankan tempat dan password. Klik tautan website pada keterangan venue terlampir untuk RSVP.
CATEGORIES:EIP Forum
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://emergingindonesia.com/wp-content/uploads/2020/04/Corona-Wars-by-the-Spectator.jpg
ORGANIZER;CN="Emerging Indonesia Project":MAILTO:project@emergingindonesia.com
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Krasnoyarsk:20200520T210000
DTEND;TZID=Asia/Krasnoyarsk:20200520T220000
DTSTAMP:20260427T170535
CREATED:20200428T132552Z
LAST-MODIFIED:20200526T081319Z
UID:1076-1590008400-1590012000@emergingindonesia.com
SUMMARY:Crash atau Pitstop? Prospek Emerging Indonesia di Tengah Pandemi Korona
DESCRIPTION:Hanya berselang sepuluh hari dari pengakuan resmi negara adidaya Amerika Serikat atas posisi maju Indonesia di bandingkan negara berkembang pada umumnya\, pemerintah Indonesia mengonfirmasi serangan resmi Covid-19 atas warganya. Ini mengawali hari-hari panjang tanpa kepastian yang mengubah banyak asumsi dasar. Sejauh mana jatuhnya Indonesia dalam circle pandemi Korona ini memberikan dampak bagi kelangsungan posisi emerging Indonesia? Apakah Indonesia akan mengalami hari-hari kemerosotan ekonomi dan instabilitas politik yang akut ke depannya? Apakah profil kita sebagai salah satu negara emerging prospektif akan mengalami koreksi serius dalam kaitannya? Apakah cara kita mengembangkan mitigasi dan merespon situasi pandemi secara umum sudah menempatkan kita dalam kapasitas yang setara dengan negara-negara emerging terkemuka pada umumnya?Apa saja kira-kira pekerjaan rumah yang masih tersisa dalam kaitannya? \n  \nDi sisi lain\, ada yang berpandangan bahwa situasi perlambatan sosial-ekonomi yang muncul karena pandemi pada dasarnya adalah perlambatan yang disengaja demi menghindarkan resiko kemanusiaan yang lebih besar. Ibarat perlombaan balap motor\, ini adalah situasi pitstop\, —bukan situasi selip apalagi crash. Artinya\, tiket perlombaan secara umum masih di tangan. Belum ada diskualifikasi teknis atasnya. Barang siapa kembali ke lintasan dengan lebih tangkas\, lebih taktis dan lebih tangguh bakal menjadi pemenangnya. Persoalannya\, akankah Indonesia kembali ke lintasan dengan lebih tangkas\, lebih taktis dan lebih tangguh nantinya? Seberapa jauh sebenarnya pandemi global kali ini menyulitkan Indonesia? Betulkah pandemi ini hanya menghasilkan situasi pit-stop bagi Indonesia ? Atau jangan-jangan ia juga mengakibatkan situasi selip atau crash bagi laju perkembangan kedepannya? Bagaimana prospek kebangkitan kembali Indonesia dalam kaitannya? \n \n  \nPembicara\n\n Makmur Keliat\, PhD. Dosen Senior pada Departemen Ilmu Hubungan Internasional\, FISIP Universitas Indonesia.  \n  \n Evan A. Laksmana\, PhD. Peneliti senior pada Centre for Strategic and International Studies /CSIS Jakarta\, Indonesia.  \nRegistrasi & Partisipasi\n\nSilakan registrasi zoom di sini untuk menjadi partisipan langsung diskusi. Ada 100 kursi tersedia di sana. Pilihan lainnya\, anda dapat mengikuti live stream-nya di tautan youtube kami.
URL:https://emergingindonesia.com/event/prospek-indonesia-di-tengah-corona/
LOCATION:Aula Indonesia Udaya\, ZOOM ID 978 5327 6306 Free but limited seat. Silakan RSVP untuk mengamankan tempat dan password. Klik tautan website pada keterangan venue terlampir untuk RSVP.
CATEGORIES:EIP Forum
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://emergingindonesia.com/wp-content/uploads/2020/05/Crash-or-Pitstop.jpeg
ORGANIZER;CN="Emerging Indonesia Project":MAILTO:project@emergingindonesia.com
END:VEVENT
END:VCALENDAR