Kunci Sukses SWF Norwegia

Berawal dari dana surplus perminyakan, SWF Norwegia tumbuh menjadi SWF paling sukses di dunia. Total asetnya tidak hanya mencapai tiga kali lipat GDP Norwegia tahun 2019, tetapi juga menjadikannya SWF dengan total aset terbesar di dunia. Investasi SWF Norwegia tersebar di banyak perusahaan, surat berharga dan properti di berbagai belahan dunia. Selain ditopang tata-kelola kelembagaan yang mandiri, transparan dan prinsipiil; kesuksesan SWF Norwegia berkorelasi erat dengan kuatnya komitmen berkelanjutan pemerintah dalam tumbuhkembang kelembagaan serta strategi investasi yang prudent dan bijak dari para pengelolanya.

Government Pension Fund Global (GPFG) adalah Sovereign Wealth Fund (SWF) milik Norwegia dengan total aset terbesar di dunia. Investasinya tersebar di banyak perusahaan, surat berharga dan properti di berbagai tempat di dunia. Kesuksesannya mengelola dana menjadikannya sumber inspirasi banyak negara. Apa sesungguhnya kunci sukses SWF Norwegia? Tulisan singkat ini mencoba menyingkap faktor-faktor kunci di balik keberhasilannya.

Dana Surplus Perminyakan

Norwegia secara geografis berada di wilayah Eropa Utara, lebih tepatnya wilayah Nordik. Wilayah ini memiliki banyak fjord, yakni semacam teluk yang terbentuk dari lelehan gletser atau tumpukan es yang sangat tebal dan berat. Banyaknya fjord ditambah iklim yang cenderung dingin membuat Norwegia secara ekonomi banyak bergantung pada sektor perikanan. Tetapi pola ini berubah sejak Norwegia menemukan cadangan minyak di perairannya tahun 1969. Temuan itu menjadikannya pemilik cadangan minyak terbesar di Eropa (Worldometers t.t.).

Temuan cadangan minyak mengubah struktur perekonomian Norwegia, menjadikannya banyak ditopang sektor minyak dan gas. Ketergantungan tinggi pada sektor minyak membuat pemerintah dan parlemen Norwegia khawatir akan prospek ekonomi mereka di masa depan. Atas dasar itu, di tahun 1990, Stortinget atau Parlemen Norwegia membentuk lembaga baru untuk mengelola Oljefondet (oil fund) atau dana surplus perminyakan (Norges Bank Investment Management t.t.). Lembaga ini kemudian diberi nama Government Pension Fund, yang kemudian berubah menjadi Government Pension Fund Global (GPFG).

Enam tahun setelah pembentukannya, pemerintahan Norwegia mengucurkan sejumlah USD 290 juta sebagai deposito pertama yang secara sekaligus mengawali kiprah GPFG sebagai SWF (Norges Bank Investment Management 2021). Di tahun 2021, 25 tahun setelah deposito pertama dilakukan, total aset GPFG telah meningkat menjadi USD 1,3 triliun (Norges Bank Investment Management 2020a). Angka ini membuat GPFG menjadi SWF dengan total aset terbesar di dunia. Dengan nilai sebesar itu total aset GPFG secara nominal tiga kali lipat lebih besar dari GDP Norwegia (2019) yang “hanya” sebesar USD 400 juta.

Terpisah, Transparan dan Prinsipiil

Keberhasilan GPFG dalam mengelola aset tidak terlepas dari dukungan tata kelola kelembagaan yang baik. Secara struktural GPFG dikelola oleh Norges Bank Investment Management (NBIM), lembaga di bawah Bank Sentral Norwegia. Secara spesifik NBIM diberi mandat mengatur dan mengelola dana surplus minyak Norwegia melalui serangkaian instrument investasi di luar negeri. Pilihan pada investasi keluar negeri ini secara khusus ditekankan agar dana GPFG bekerja dalam unit lindung yang terpisah dari ekonomi domestiknya. Harapannya, jika ekonomi domestik Norwegia mengalami tekanan, aset GPFG tidak ikut tertekan.

Lebih dari itu, pemerintah Norwegia juga membuat aturan pemanfaatan dana maksimal 4 persen dari total aset GPFG setiap tahun bagi perekonomian domestiknya (Halvorssen 2009). Hal ini dilakukan untuk memitigasi dampak dari pengeluaran yang tidak bertanggung jawab dan guna memastikan dana GPFG dapat terus berlanjut di masa depan.

Semua itu dilakukan secara transparan dan dilaporkan secara berkala melalui laporan-laporan triwulan maupun tahunan yang terbuka dan mudah diakses publik melalui situsnya. Sementara terkait pengalokasiannya, GPFG mengembangkan skema investasi yang melibatkan tiga sumber investasi utama. Pertama, ekuitas. Kedua, fixed income. Ketiga, properti.

Investasi GPFG dalam bentuk ekuitas mencakup 72,8 persen dari total aset. Prosentase ini sangat besar hingga mencakup lebih dari 1,4 persen total listing perusahaan dunia yang terdiri dari 9.123 perusahaan di 69 negara. Beberapa perusahaan tempat GPFG melakukan investasi di antaranya adalah Apple, Microsoft, Nestle, Facebook, hingga Alibaba dan Tencent (Norges Bank Investment Management 2020b).

Sementara dalam bentuk surat berharga, investasi GPFG mencakup 24,7 persen dari total aset. Investasi ini dilakukan dengan membeli surat berharga yang dikeluarkan 45 negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia dan Korea Selatan (Norges Bank Investment Management 2020b). Ini tentu memberikannya pendapatan tetap atau fixed income yang tidak sedikit.

Pada akhirnya, 2,5 persen dari total aset GPFG diinvestasikan dalam bentuk properti. Bentuknya adalah akuisisi atas 867 properti di 14 negara mulai dari kawasan Piccadily London, Champs-Élysées Paris hingga Times Square New York (Norges Bank Investment Management 2020b).

Selain mengembangkan tata kelola investasi yang sehat, GPFG juga mengembangkan sistem alokasi prinsipiil dalam investasinya. Lebih khusus lagi, GPFG mengadopsi prinsip hak asasi manusia dan pembangunan berkelanjutan dalam pendekatan investasinya. Termasuk dalam konsekuensi dari diadopsinya prinsip ini adalah kebijakannya untuk mengeluarkan perusahaan yang terindikasi melakukan atau mendukung pelanggaran HAM dari daftar tujuan investasi mereka serta kemudian melabelinya sebagai perusahaan yang secara etik bermasalah (Norges Bank Investment Management 2020b).

Komitmen Berkelanjutan dan Investasi Bijaksana

Pendekatan tata-kelola kelembagaan dan investasi yang mandiri, transparan dan prinsipiil di atas dalam banyak hal merupakan aspek penting dibalik kesuksesan SWF Norwegia. Untuk diketahui, SWF Norwegia merupakan satu di antara sedikit model tata-kelola SWF yang menginspirasi banyak negara. Tetapi, kunci sukses SWF Norwegia tidak berhenti di situ. Lebih spesifik lagi, terdapat dua aspek yang memainkan peranan kunci di balik kesuksesan SWF Norwegia sejauh ini. Pertama, komitmen kuat pemerintah yang berkelanjutan. Kedua, strategi investasi yang bijaksana.

Komitmen pemerintah Norwegia terlihat dari konsistensi alokasi surplus dana minyak kepada GPFG yang jumlahnya mencapai 100 persen dari total pendapatan minyak Norwegia (Brother 2015). Alokasi dana tersebut juga sudah secara spesifik dimandatkan untuk diinvestasikan di luar negeri agar secara fundamental berbeda dari ekonomi domestik Norwegia. Harapannya, sumber dana GPFG akan terus bisa berlanjut meskipun perekonomian dalam negeri Norwegia mengalami ketidakstabilan. Tidak hanya itu, jumlah alokasi yang besar tidak lantas berujung pada keleluasan penarikan dana pada setiap tahunnya. Pemerintah Norwegia menyadari potensi Dutch Disease –yakni kondisi ketika satu sektor perekonomian tumbuh sangat pesat sehingga membuat sektor ekonomi yang lain tidak berkembang. Karenanya, dibuatlah aturan agar setiap tahunnya total dana yang diambil dari GPFG bagi ekonomi Norwegia tidak lebih dari 4 persen.

Komitmen berkelanjutan pemerintah ini ditindaklanjuti dengan strategi investasi yang prudent dan bijaksana. Ini terlihat dari proporsi alokasinya yang terdiri dari 72 persen ekuitas, 25 persen fixed income dan 2,5 persen properti. Strategi ini menarik karena memungkin GPFG mendapatkan pendapatan pasti dari sektor fixed income setiap tahunnya. Investasi surat berharga pemerintah secara umum lebih rendah resiko dan lebih stabil dibandingkan investasi ekuitas.

Oleh karena itu, bagi Indonesia pelajaran yang bisa diambil adalah bahwa dalam tatakelola SWF, prinsip keberlanjutan dan disiplin penggunaan aset harus menjadi asas yang mendasar. Tidak hanya itu, dalam pengelolaannya lembaga SWF juga diharuskan memiliki strategi investasi yang bijaksana guna dapat memenuhi mandat keberlanjutan tersebut.


Referensi

  • Brother, Mona E., 2015. “The Norwegian Government Pension Fund – A Success Story”, Huffpost, 21 Maret [daring]. Tersedia dalam https://www.huffpost.com/archive/ca/entry/norwegian-government-pension-fund_b_6502400 (diakses pada 25 Mei 2021).
  • Halvorssen, Anita M., 2009. “The Norwegian Sovereign Wealth Fund Addresses the Interrelated Challenges of Climate Change and Sustainable Development – A Model for Regulating Other Sovereign Wealth Funds (SWF)”, AsianSIL-NUS Symposium on Sovereign Wealth Fund. Singapura: National University of Singapore.
  • Norges Bank Investment Management, 2020a. “Government Pension Fund Global”, Laporan Tahunan. Oslo: Norges Bank Investment Management.
  • Norges Bank Investment Management, 2020b. “Investments” [daring]. Tersedia dalam https://www.nbim.no/en/the-fund/investments/#/2020/investments/ (diakses pada 25 Mei 2021).
  • Norges Bank Investment Management, 2021. “Government Pension Fund Global: Twenty-fifth Anniversary” [daring]. Tersedia dalam https://www.nbim.no/en/the-fund/news-list/2021/government-pension-fund-global-twenty-fifth-anniversary/ (diakses pada 25 Mei 2021).
  • Norges Bank Investment Management, t.t. “About the Fund” [daring]. Tersedia dalam https://www.nbim.no/en/the-fund/about-the-fund/ (diakses pada 25 Mei 2021).
  • Worldometers, t.t. “Oil Reserves in Norway” [daring]. Tersedia dalam https://www.worldometers.info/oil/norway-oil/#oil-reserves (diakses pada 25 Mei 2021).

For Quotation: Agastya Wardhana, “Kunci Sukses SWF Norwegia”, Focus: Sovereign Wealth Fund, EmergingIndonesia.com, 24 January, 2022

Image: Norway’s Central Bank Headquarter. Https://www.norges-bank.no

Written by
Agastya Wardhana

Deputy Research Director of Emerging Indonesia Project/EIP. Content Development Executive/CDE of EmergingIndonesia.com. Email: a.wardhana@emergingindonesia.com

View all articles
Written by Agastya Wardhana

Kontak

Ikuti Kami

Dapatkan update berita, ulasan dan kegiatan kami dengan cara follow akun sosial media kami berikut ini.